Top Menu

Tuesday, 20 January 2015

Jalan Untuk Menuju Bukit Nobita



             
            
            Bila melalui jalan Arai Pinang kita masuk melalui jalan utama Bypass kemudian masuk ke jalan Arai Pinang hingga melewati rel kereta setelah itu tak beberapa jauh akan bertemu simpang yang terdapat plang praktik bidan
            Bila sudah melihatnya, lalu belok ke kiri dan ikuti jalan yang beraspal hingga sampai jalan yang bebatuan dan berlubang. Tak beberapa jaluh akan terlihat banyak motor yang parkir di depan sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Disinilah, tempat awalnya bila ingin menaiki bukit dan baiknya menggunakan motor sebab bila menggunakan mobil sulit mencari tempat parkir. Dari jalan utama hingga sampai ke lokasi ini kira-kira sekitar 5 km.
            Menuju bukit hanya bisa diakses dengan berjalan kaki menyusuri jalanan setapak yang sudah dibuat jalurnya. Saat awal mendaki kemiringan bukit sekitar 45 derajat melewati perkebunan masyarakat dengan jalanan yang bertanah merah, beratu dan licin bila hujan tiba.
            Setelah itu akan mulai tampak pemandangan kota dan masuk kewasan padang rumput ilalang. Rumput ini memilik ketinggian tidak lebh dari 1 meter. Sesekali diusahakan untuk beristirat untuk menghirup udara segar sambil memandang kota. Untuk sampai puncak bukti sekitar 30 menit dengan jarak tempuh 2 km dari tempat parkir motor.
            Bila sampai disekeliling sudah padang ilalang dan terdapat satu tempat yang datar maka disana sudah bisa memandang keindahan Kota Padang selain itu bila berjalan hingga puncaknya akan ada tiga buah batu besar yang mengelilingi pohon besar. Bukit ini terdapat bebatuan besar untuk berpijak dan memandang sekeliling daerah disekitar kita. Pemandangan yang menakjubkan akan terlihat dan rugi rasanya bila telah sampai ke puncak bukti tidak mengabadikan momen yang indah dan romantis ini. Usai mendaki bukit ini dan hendak pulang, kita akan membayar uang parkir sebesar Rp. 5 ribu per motornya.
            Bukit Nobita ini menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Kota Padang dari ketinggian. Bila ingin ke bukit tersebut ada baiknya saat sore hari ketika matahari hendak tenggelam sebab dapat memotret kala senja Kota Padang dari ketinggian. Namun malam hari adalah waktu yang tepat untuk mempotret panorama Kota Padang seperti di Panorama Sitinjau Lauik.
            Tentunya harus berhati-hati bila malam hari menaiki bukit ini, sebab pencahayaan sangat minim bisa dibilang tidak ada, untuk itu perlu membawa alat penerang seperti senter atau lampu emergance. Baiknya juga mengunakan celana panjang karena dapat mengurangi rasa gatal akibat gesekan dengan ilalang. Bawa juga air mineral secukupnya, minyak kayu putih atau lotion anti nyamuk. Bila ingin berfoto gunakan kamera yang mempuni dilingkungan yang kurang cahaya agar hasil yang diperoleh cukup memuaskan.
            Menurut masyarakat sekitar, bukit ini kira-kira sudah sejak 3 tahun yang lalu sering digunakan sebagai lokasi berkemah dan baru beberapa bulan belakangan ini banyak anak muda Kota Padang yang mendaki untuk berfoto-foto. Penasaran ingin mencoba sensasi berfoto dengan berlatarkan pemandangan kota dari ketinggian? Silahkan datang dan buktikan keindahannya.

sumber : @beyubay

Baca Juga Artikel Lainnya :

No comments:

Post a Comment